Sarangsemut atau yang nama latinnya bernama Myrmecodia Pendans merupakan semacam tanaman
yang berasal dari pulau Papua. Tanaman ini digunakan secara turun temurun oleh
para masyarakat atau penduduk asli Papua untuk mengobati berbagai penyakit. Penggunaannya
kala itu masih bersifat tradisional. Namun dengan kemajuan ilmu obat-obatan
dimasa sekarang, proses pengelolaan tanaman tersebut menjadi semakin baik dan
memang terbukti secara klinis mampu menjaga kesehatan tubuh.
Dengan
alasan tersebut, sarang semut kini mulai banyak dicari oleh masyarakat untuk
dijadikan sebagai obat dan bisnis. Di sisi lain, harga jual sarang semut juga
tergolong tinggi. Harganya berkisar Rp 160.000,00 sampai dengan Rp 250.000,00 per kilogram. Harga yang cukup
tinggi bagi sekelas tanaman liar. Namun seiring dengan bisnis sarang semut yang
semakin berkembang pesat, ada juga oknum-oknum nakal yang berusaha ikut
meramaikan bisnis tersebut dengan barang yang palsu. Hal ini tentunya sangat
merugikan bagi konsumen. Padahal konsumen membeli obat tersebut untuk
dikonsumsi dan bukan untuk dijadikan barang pajangan. Apa jadinya jika konsumen
meminum ramuan obat oplosan atau bahkan 100 persen palsu! Tentunya akan
mengakibatkan efek yang buruk! Pertanyaan yang selanjutnya berkembang adalah bagaimana
cara kita membedakan sarang semut Papua
asli dan palsu?
Berikut
ini penjelasan singkat tentang cara membedakan mana yang asli dan mana yang
palsu:
1. Pertama-tama
siapkan sarang semut Papua
2. Kedua,
siapkan satu gelas air panas. Setelah itu tuanglah air pada sarang semut
3. Tunggu
beberapa saat
Setelah
itu kita bisa tahu mana yang palsu dan mana yang asli;
a. Dikatakan
palsu jika setelah direbus mengalami perubahan warna menjadi kuning
kemerah-merahan. Selain itu jika diremas maka ukurannya mengecil.
b. Dikatakan
asli jika setelah direbus tidak mengalami perubahan warna. Serta jika diremas
masih nampak keras dan rasa yang ditimbulkan adalah pahit.
Itulah
ulasan singkat tentang tips dalam membedakan sarang semut Papua asli dan
palsu. Semoga ulasan tersebut bisa menjadi
acuan serta membuat anda lebih berhati-hati dalam membeli dan membedakan obat
yang asli dan palsu.
0 komentar
Posting Komentar